-

REVIEW - HAXAN (1922)

1922 - Häxan

Sutradara    : Benjamin Christensen

Negara         : Swedia (18-08-1922)
                        USA       (27-05-1929)

Durasi           : 104 Menit

Bahasa         : Film Bisu

Review selanjutnya nih, HAXAN atau untuk versi Amerikanya The Witches dipertontonkan pertama kali di swedia dan saya mengakui film ini memang sangat bagus.




PLOT :

Bagian pertama cerita, kita akan di suguhkan atau lebih  tepatnya di ajarkan mengenai dari mana Penyihir itu berasal, sang produser ini emang niat banget ngasih penjelasan untuk kita , mulai dari gambar berbagai macam bentuk iblis dari berbagai macam negara, kemudian deskripsi bumi menurut manusia mesir kuno, bahwa kita di kelilingi oleh air dan tanah, langit di sangga oleh pilar yang kuat dan bintang di gantung di langit dengan mengunakan tali sedangkan di peradaban lain bumi berkubah langit yang di bentuk mejadi teras. 
Selanjutnya kita di beri penjelasan di mana manusia hidup, dan di kelilingi air, tanah dan udara sedangkan si iblis tinggal di dasar bumi , dan bumi sebagai pusat tata surya dan matahari serta planet lain mengelilingi bumi. ( By the way untuk masalah ini sebenarnya Copernicus dan Galileo Galilei sudah memberikan statement pada dunia bahwa pusat tata surya adalah matahari dan bumi serta planet lain mengelilinginya. Tapi karena Gereja katolik lebih berkuasa maka statement tahun 1543 itu di anggap salah, dan baru pada tahun 31 oktober 1992, Gereja  katolik meminta maaf dan membenarkan hal tersebut).

Di bagian kedua dari film ini merupakan rangkaian kisah singkat dramatis menunjukkan takhayul abad pertengahan dan keyakinan tentang sihir. Ini termasuk Iblis (dimainkan oleh Christensen sendiri) menggoda seorang wanita dari tempat tidur suaminya dan meneror sekelompok biarawan. Juga ditampilkan adalah seorang wanita membeli ramuan cinta dari penyihir, dan penyihir menceritakan bahwa para penyihir  terbang di udara dan menghadiri pertemuan dengan iblis.

Bagian ketiga dari film ini adalah sebuah narasi panjang dipecah menjadi beberapa bagian. Set pada Abad Pertengahan, seorang wanita tua dituduh melakukan praktek sihir. narasi ini digunakan untuk menunjukkan penyihir dicurigai oleh otoritas keagamaan zaman itu. setelah disiksa, wanita tua mengakui keterlibatannya di dunia sihir, termasuk deskripsi rinci tentang hari Sabat.

Bagian akhir dari film ini sang sutradara menunjukkan bagaimana  memahami takhayul lama. Christensen berusaha untuk membuat klaim bahwa sebagian yang dituduh melakukan praktek sihir mungkin adalah manusia yang sedang sakit mental , dan di zaman modern, perilaku seperti itu dianggap sebagai penyakit seperti somnambulist dan kleptomania, maka perilaku tersebut akan dianggap sebagai pengaruh iblis pada abad pertengahan sedangkan zaman modern diakui sebagai penyakit psikologis.



 Penilaian gue buat nie pilem :




 OTHER FILM IN 1922 :



Kalau dah nonton jangan lupa klik Rating Film di bawah ya :

1 komentar:

Anonim at: Jum Nov 16, 10:59:00 PM mengatakan...

cari filmnya dmn.??

Posting Komentar

Pembaca yang baik biasa meninggalkan komentar

 

Copyright © 2010 • Saya Review • Design by Dzignine